Sabtu, 17 September 2011

kisah tentang syarief husein dan fachry balafif

sebelumnya maaf jika yang bersangkutan atau siapapun yg merasa dirinya sebagai syarief husein yg saya maksudkan disini tersinggung atau tersungging..tapi sejujurnya ini bukanlah fiktif belaka tapi lelucon pastinya tapi saya tidak bermaksud menertawai tapi memang lucu.

alkisah, saya adalah tipe orang yang kepo alias selalu mau tahu tentang orang-orang. sebenarnya saya tidak selalu mau tahu tapi saya selalu mengetahuinya entah sengaja atau tidak baik bermaksud atau buruk bermaksud (ah lamanya saya tidak menggunakan gaya bahasa ini..selera humor saya sedang baik). saya juga adalah orang yang selalu tidak sengaja akan mengalami kejadian tertentu pada orang-orang tertentu (agak complicated memang).

ketika saya menjadi mahasiswa seperti sekarang, saya secara tidak sengaja melihat lelaki ini..saya tidak bermaksud mencuri pandangannya karena saya takut terpenjara..di hatinya.baiklah, maksud saya dia outstanding secara fisik dan secara tidak terencana pula sy selalu seliweran disekitarnya atau dia yang seliweran di sekitar sy ya?saya masih belum tahu namanya siapa.kejadian ini terus berlanjut hingga beberapa kali dalam kurun waktu tertentu.

ketika saya sedang mengurus suatu acara untuk kegiatan organisasi saya di sebuah sekolah dasar terkemuka di kota ini, sy yang saat itu sedang duduk di ruang tamu sekolah, menolehkan kepala dan menorehkan pandangan pada, yap..lelaki itu lagi. saya makin penasaran karena biasanya jika sy mengalami kejadian seperti ini, suatu saat nanti saya akan mengenalnya atau terlibat sesuatu dengannya (semoga bukan masalah hukum).

ketika saya buka fesbuk dan liat-liat foto di akun fesbuk teman saya, kembali lagi, saya melihatnya sedang bersama teman saya. hmmm...

ketika saya buka buku album kenangan SMA teman saya, kembali lagi saya melihat foto dia. hmm.. dan disitu ada namanya. hmmm..


sampai pada suatu hari, gigi saya retak dan harus ke dokter gigi. ada beribu dokter gigi di kota ini. tapi mbak ifa (mbak kosku) mengajak saya ke tempat langganan kekasihnya. bernama drg. fuad saleh, adalah dokter gigi yg kemudian mengobati dan menyakiti saya sehingga saya harus sedih tetapi berterimakasih pula karenanya. sebelum saya dipreteli beliau, beliau bertanya kuliah dimana dan semester berapa. sontak beliau berkata "sama dengan anak saya.dia di fakultas kedokteran.mungkin kamu kenal dengannya.namanya syarief husein." secara gamblang (karna mengingat ayahnya yg dokter gigi, logikaku juga mengatakan anaknya pasti di jurusan yg sama) "hmm..jurusan pend.dokter gigi ya dok ya.kayaknya tahu dok." (dalam bayangan saya adalah lelaki yg accidentally selalu sy temui). dokternya berkata "dia FK 2009.mungkin ketemu saat ospek." (tapi seingat sy, lelaki yg sy temui selalu itu adalah jurusan pend.dokter). saya pun meralat "ohh..kedokteran umum ya dok ya anaknya?pernah lihat sepertinya dok." dokternya seperti sangat antusias membicarakan anaknya "oh,kamu kenal anak saya?" dan karena takut dikira yang aneh-aneh sy cuma berkata "mungkin pernah lihat dok". dan kejadian selanjutnya adalah pencabutan gigi dan pengaliran darah serta pembayaran obat dan jasa dokter. saya dan mbak ifa pulang.

ketika pulang, saya berfikir, sepertinya saya berjodoh dengan syarief husein ini. berjodoh bukan dalam artian cinta ya (walaupun sebenarnya tidak apa-apa pula jika dalam artian cinta sih).
pada akhirnya saya menyimpulkan lelaki yg selalu sy temui ini bernama syarief husein dan saya berjodoh dengannya.

sampai magrib ini, sy mengirim pesan text kepada teman saya yang adalah teman SMA syarief husein.
"Aku telah dijodohkan Tuhan dengan temanmu yg bernama syarief husein"
teman saya membalas "Husein anak gigi?"
Saya bingung "bukannya kedokteran umum?"
teman saya "bukan"
saya semakin bingung "terus teman SMAmu yang di kedokteran umum yang arab itu siapa?"
teman saya "Husein itu juga teman SMAku. tapi dia kedokteran gigi. yang kedokteran umum itu Fachry Balafif"
saya super bingung "aku gak kenal dengan Syarief Husein kalau begitu"

pada akhirnya, saya bingung, saya dijodohkan dengan siapa.

Rabu, 20 Juli 2011

this is my story

aku bersamanya sejak 7 bulan yang lalu. sudah terbilang lama sejak aku menjadi miliknya.
dia bukanlah orang asing atau baru kukenal. dia sudah cukup sering datang ke tempatku. dia suka sekali menghabiskan waktunya berlama-lama hanya untuk ngobrolin aku dan teman-temanku bersama kakek, orang yang telah bertahun-tahun menjagaku.
tibalah hari itu, setelah ia sebelumnya lebih memilih temanku yang lain, yang kedatangannya baru beberapa hari yang lalu, ia memegangku untuk pertama kalinya, ia mendekatkan matanya di kepalaku, menatapku lekat-lekat, seperti menelanjangi tubuhku yang lusuh. dia menimang-nimang seperti sedang berusaha memutuskan sesuatu. lalu ia mendiskusikan sesuatu bersama kakek. perasaanku semakin tidak karuan. ini pertama kalinya ada orang yang menyentuhku seperti itu, lembut tapi kaku.
lalu kakek memisahkanku dari teman-temanku yang lain, mempercantik penampilanku dengan menambahkan strap di leherku. kalo benar dugaanku, iya akan membawaku pergi bersamanya.
ternyata benar, dia menggandengku pergi. apa yang bisa kulakukan. aku akan meninggalkan kakek. akhirnya tibalah masa itu, ketika aku menemukan pemilik sejatiku, begitu kata kakek mengingatkan kami semua di setiap paginya.

dan ini adalah bulan ke7 aku bersamanya.
aku masih teronggok di dalam kardus bersama teman-teman baruku. tapi mereka sangat berbeda denganku. kami memiliki perbedaan satu sama lain. yang menyamakan kami hanyalah, kami ada disini, untuk menyenangkannya. untuk membuatnya puas ketika ia menyentuh dan memainkan kami.
tapi mana? ia tidak pernah memainkanku. ia tidak pernah memperlakukanku seperti yang lainnya. aku tidak pernah diajaknya berkelana. aku tidak pernah diajaknya keluar melihat keindahan dunia yang selalu dilihatnya. aku iri dengan teman-temanku yang lain. tapi aku hanya bisa diam.
oh tidak, ia pernah membawaku keluar dua kali tapi selalu berujung kembali ke rumahku, kardus hijau. anehnya, malah aku tidak pernah digandengnya, tidak pernah ditampakkan olehnya, dan tidak pernah dikenalkan ke teman-teman,sesamaku, yang lain. ia malah menutup mataku agar aku tidak bisa melihat kemana kami melangkah. dan ketika ia akhirnya berkata padaku, "aku ingin mengembalikanmu ke tempat kakek", aku sadar ia tidak pernah benar-benar menginginkanku. aku gagal memuaskannya. entah siapa yang salah. aku tidak sedih kok.

dan sekarang,
ia sedang menatapku lekat-lekat seperti saat pertama kali ia bertemu dan menyentuhku. ia kembali menelusuri semua lekuk tubuhku. seperti mencoba menemukan kecacatan yang mungkin saja ada. dan dia tiba-tiba saja berkata "hey, aku jatuh cinta padamu".

dan nanti,
aku tidak tahu apa yang akan ia rencanakan untukku. aku tidak peduli lagi.

-aku-