Rabu, 10 Juli 2013

Short but Sweet Escape to Papuma Cape

voilaa.. akhirnya saya nulis lagi di blog ini setelah vakum berbulan-bulan :(
saya akan sedikit beer-bagi cerita buat kalian yang pengen melarikan diri dari hirukpikuk dunia luar ke tempat yang maha santai yaitu pantai :D
apalagi buat kalian yg domisili jawa timur nih ya, pengen ke pantai bagus, murah, dan deket, ga perlu ke bali, cukup ke Kab. Jember saja. Dan, yeay, Selamat Datang di Tanjung Papuma!!!

Untuk mencapai kota jember, bisa menggunakan kereta api atau bus, well connected kok sama kota-kota lain di jawa timur :) Saat di jember saya dan teman saya sempat nginep di sebuah hotel yang terletak tidak begitu jauh dari stasiun kota, namanya hotel nusantara. Harga nginep di hotelnya pun bervariasi tergantung fasilitasnya. Kami akhirnya memilih yang paling murah, 35ribu sajalah per room per night :) Besoknya kami langsung ciao ke tanjung papuma, berbekal nanya-nanya ke orang-orang sekitar, kita harus ke sub terminal Ajung, naik minibus dulu sebelum ke hop point tanjung papuma di Ambulu. Biasanya sih dari ambulu kita harus naik ojek ke Tanjung Papumanya. Tapi kita juga bisa kok nawar ke supir angkot dari Ajung tadi supaya dianterin ke pintu masuk Tanjung Papuma (tentunya bayarnya lebih).
Tanjung Papuma ini terletak sekian km lah dari pusat kota jember, ga begitu jauh, kalau naik motor agak ngebut mungkin hanya 30 menit perjalanan, kalau naik angkutan umum sih yaa paling 1jam lah. FYI, angkutan di jember woleesss banget soalnya, ngetemnya woles, pas udah jalan juga masih aja woles. Dinikmatin aja, kan lagi liburan hehe. Di pintu gerbang Tanjung Papuma, pengunjung diharuskan membayar biaya 10ribu per orang. Nah dari pintu gerbang ini, kita harus masuk (baca: melewati tanjakan curam) sejauh sekitar 1km sebelum mencapai areal pantai.
Di Tanjung Papuma terdapat dua areal pantai yaitu pantai pasir putih dan pantai malikan. Pantai pasir putih ini banyak nelayannya, kalo pantai malikan ombaknya lebih wooff..mengerikan :P Kalau mau menikmati sunrise di pantai pasir putih, kalau menikmati sunset silahkan ke pantai malikan :) both of them have a breathtaking view kok.

 pantai malikan

sunrise di pantai pasir putih 

lalu lalu, fasilitas di Tanjung Papuma juga sudah sangat memadai. Jangan khawatir kalian kesini sekedar mampir atau nginap, ala backpacker atau liburan keluarga, semuanya komplitplitplit. Mushola, kamar mandi dan toilet umum, pendopo, bale-bale buat istirahat, warung makan, penginapan, sampai peralatan buat outbond juga ada loh. Penginapan disini harganya variatif, yang paling murah itu sekitar 200rb. Tapi kalo misalnya ngegembel gitu, nginep di mushola semalam aja gapapa, atau nginep di warung-warung warga ;) tapi kalo mau agak nyaman dikit, disana ada penyewaan tenda dan kelengkapannya cukup 75ribu perhari. Lengkap kan?

Ternyata yang indah di Tanjung Papuma bukan cuma pantainya saja. Jalan menuju Tanjung Papuma juga bisa dibilang unik nan indah loh. Sebelum mencapai gerbang masuk tanjung, kita akan melewati hutan-hutan jati, yang saat musim kemarau bakalan meranggas. Oke banget disinggahin sekedar buat foto-foto hehe

 hutan jati yang meranggas

tanjung papuma-pantai pasir putih (view dari tanjakan)

jadi jangan mikir lama-lama, mumpung sekarang lagi liburan, musim kemarau udah tiba, saatnya mengemasi backpack mu, dan selamat menikmati indahnya pantai :)



*all photos taken by canon eos 60D

Selasa, 11 Juni 2013

Sumba Has A War, Pasola!










Upacara adat pasola diadakan setiap awal bulan februari dan bulan maret. Tahun ini, pasola berlangsung pada tanggal 7 februari di dua tempat, Lamboya dan Kodi, dan pada tanggal 7 Maret pasola digelar di Wanokaka.
Upacara adat ini berlangsung dari pagi hingga siang hari. Sebelum pasola, para ksatria yang akan berperang terlebih dahulu melakukan ritual nyale, mencari cacing laut di tepi pantai pada dini hari.
Beberapa tahun belakangan, ada perubahan penting yang terjadi pada acara pasola, tombak yang digunakan bukan lagi tombak berujung tajam seperti pada masa lalu. Dulunya, pasola pasti memakan korban jiwa karena ksatria yang berperang dengan menunggang kudanya akan terkena serangan tombak dari lawannya. Menurut cerita dari rakyat lokal, tombak tersebut telah dilumuri dengan racun tradisional dan bacaan pihak adat, sehingga walaupun lemparan tidak begitu keras mengenai lawan, tombak tetap bisa membunuh sang target. Tetapi ada juga yang meyakini bahwa ksatria yang terluka dalam acara pasola, akan segera pulih kembali setelah didoakan oleh tetua adat kampung asal.
Hanya pria-pria tertentu saja yang mampu menjadi ksatria dalam perhelatan akbar sumba ini. Hanya pria yang sudah mendedikasikan hidupnya untuk membela wilayahnya, pria dengan niatan yang kuat, fisik yang kuat, dan tentunya memiliki kuda yang mumpuni untuk berperang. Jika pria tersebut tewas dalam pasola, maka ia akan sangat dihormati selayaknya sang pahlawan.
Satu hal yang tidak pernah berubah dari pasola setiap tahunnya.
"Umbu, jam berapa pasola ini selesai" tanya saya pada seorang pamong praja yang sedang bertugas di sekitar arena.
"Tidak tentu embak, kalau rusuhnya cepat mulai, pasola akan segera selesai. pasola selesai hanya jika ada kerusuhan di arena" jawabnya dengan sangat santai.
Segera saya dan teman saya meninggalkan arena. Eh betul saja, tidak begitu lama, seluruh orang berhamburan dari atas bukit memporakporandakan jalanan dan pasar kaget yang ada tepat di bawah bukit arena pertandingan.
Ya, pasola adalah perang, dimulai dengan perang dan diakhiri dengan perang.
selamat datang di sumba..